Anwar Ibrahim adalah politisi Malaysia terkemuka yang menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dari 1993-1998 dan Menteri Keuangan dari 1991-1998. Sejak 1998 ia memimpin Partai Keadilan Malaysia dalam misinya untuk memperkuat demokrasi dan supremasi hukum di negara tersebut. Meskipun ia menghabiskan lebih dari delapan dari dua puluh tahun terakhir dalam tahanan sebagai tahanan politik, partainya mencapai kemenangan bersejarah dalam pemilihan umum di Malaysia pada Mei 2018, menghancurkan 61 tahun kekuasaan partai yang berkuasa atas kekuasaan. Dia dibebaskan dari penjara beberapa hari setelah pemilihan dan diberikan pengampunan penuh dari tuduhan bermotivasi politik, yang dibuat-buat.

Anwar sangat dihormati karena sikapnya yang berprinsip terhadap korupsi dan manajemennya yang terampil terhadap ekonomi Malaysia selama krisis keuangan Asia. Dia telah menyerukan reformasi berani pada sistem ekonomi politik Malaysia agar tetap kompetitif di abad ke-21. Dia percaya peradilan yang independen, media bebas dan penghormatan terhadap supremasi hukum merupakan landasan di mana kekuatan ekonomi Malaysia dapat diperluas. Dia lebih lanjut percaya bahwa kebijakan publik tidak boleh mengabaikan keadaan orang miskin dan terpinggirkan sementara pada saat yang sama berusaha untuk mengembangkan infrastruktur, menarik investasi asing dan menumbuhkan ekonomi. Partai Keadilan multi-etnis yang ia pimpin telah memberikan templat tentang bagaimana beragam kelompok etnis dan agama Malaysia dapat bekerja bersama menuju tujuan nasional bersama.

Sepanjang kariernya, Anwar telah mengemukakan argumen yang meyakinkan untuk mendukung pemahaman yang lebih besar antara Timur dan Barat. Pada saat banyak orang menggambarkan bentrokan peradaban yang tak terhindarkan, pandangan Anwar adalah bahwa dialog peradaban diperlukan dan vital. Di dunia Muslim ia unik dalam kemampuannya untuk mengomunikasikan isu-isu kompleks yang dihadapi negara-negara mayoritas Muslim.

Sepanjang karirnya, Anwar telah memegang posisi kunci di lembaga-lembaga internasional termasuk Presiden Dewan Dunia UNESCO, Ketua Komite Pengembangan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional, Presiden Kehormatan AccountAbility dan anggota Dewan Penasihat International Crisis Group. Dia adalah Profesor Tamu yang Terhormat dan Ketua Malaysia di Alwaleed Center for Muslim-Christian Understanding di Georgetown. Dia juga mengajar di Sekolah Studi Lanjutan Internasional Johns Hopkins dan Kolese St. Antony di Oxford, memberikan kuliah tentang isu-isu pemerintahan, demokrasi dan politik kontemporer di Asia Tenggara.

This content was auto-translated using Google Translation service. Some translations may be less accurate.

Video